Untuk Ayah: Siaga dan Bahagia - RSI Cahaya Giri
  • Untuk Ayah: Siaga dan Bahagia

    Bagi calon ayah, yuk persiapkan dengan baik menjadi ayah yang siaga dan selalu bahagia. +Rsi Cahayagiri membagikan beberapa tips demi menunjang kelancaran persalinan calon ibu. Silahkan disimak

    • Kabar Bahagia: Lakukan senyum manis saat Anda mendapati tanda kejutan. Beri pelukan dan ciuman mesra sebagai rasa syukur atas kabar bahagianya. Ajak istri sama-sama bersyukur. 
    • 7 Persiapan Jadi Ayah
    1. Bicarakan kehamilan. Saling tukar pikiran dengan istri Anda. 
    2. Siap-siap menghadapi perubahan istri  sebagai dampak kehamilan: tubuh dan suasana hatinya.
    3. Belajar bersama. Baca buku dan informasi bersama.
    4. Tambah kadar tanggung jawab. Siapkan untuk kehadiran buah hati Anda tidak hanya finansial tapi emosi (memberi dukungan tak putus-putus)
    5. Be Positive. Selalu berpikir dan bersikap positif bila tertimpa musibah akan meringankan
    6. Komitmen ikut terlibat dalam kehamilan dan mengurus bayi. Mulaikan dengan komitmen setiap kali istri periksa. Siapkan ilmu untuk mengurus buah hati Anda.
    7. Ubah gaya hidup. Rubahlah gaya hidup negative Anda untuk menunjang kehamilan istri misalkan perokok dan peminum alcohol. 
    • Ikut Ngidam
    Terlalu cinta pada istri atau khawatir berlebihan untuk menjadi ayah?
    Dr. Harriet Gross dari Loughborough University menyampaikan bahwa fenomena ayah ngidam atau couvade terjadi akibat perasaan keterlibatan sangat mendalam pada kondisi istri. Akibatnya semua yang dirasakan istri juga suami rasakan. Namun ada juga tepro lain yang menyebutkan bahwa ngidam suami adalah psikosomatis atau gejala yang dialami tubuh secara fisik akibat dorongan psikis. Bisa jadi itu karena Anda belum siap untuk menjadi ayah, hal ini mengakibatkan rasa cemas berlebihan yang diekspresikan dengan gejala ngidam.
    Anggapan bayi bakal ngeces alias menetaskan air liur sepanjang hari bila keinginan ngidam ibu tidak dipenuhi secara medis dianggap tidak rasional. Demikian juga ayah ngidam, tak perlu dituruti hanya karena khawatir bayi akan bermasalah. Santai saja Ayah!
    • Diabaikan Istri
    Sedih, Anda bukan lagi nomor satu baginya… Tenang ayah atasi dengan
    1. Jangan terlalu sentitif
    2. Tetap terlibat dalam kehamilan istri, agar orang tahu Anda pemain di balik layar yang penting
    3. Jangan menjauh, tetap jalankan tanggung jawab sebagai suami dan calon ayah
    4. Belajar tentang kehamilan, agar Anda mengerti mengapa istri begini dan begitu
    5. Berdiskusi dengan istri terkait perasaan Anda
    6. Ikut mengurus Bayi yang telah lahir 
    7. Minta bantuan orang ketiga bila diperlukan 
    • Mood-nya Naik Turun
    Dalam hitungan menit moodnya berubah. Kunci menghadapinya: sabar, dan … sabar.
    Perubahan mood atau suasana hati ibu hamil umumnya dimulai sejak trimester pertama, berangsur-angsur hilang pada trimester kedua dan muncul lagi di trimester ketiga. Penyebabnya trimester pertama karena dia masih menyesuaikan diri dengan perubahan tubuh dan hormone. Di trimester ketiga mood istri yang mudah anjlok karena tubuhnya yang mudah lelah membawa kandungan yang besar, nafas yang semakin pendek, rasa gerah dan berkeringat, sakit punggung, kaki dan wajah bengkak juga khawatir proses persalinannya.
    Bagi calon ayah, lakukanlah:
    1. Terima dan adaptasi, belajarlah menerima kondisinya dan beradaptasi dengan perubahan
    2. Dukung dia, bila ia mendapat dukungan dia akan bahagia dan tenang.
    3. Tempat mencurahkan hati, jadikan Anda tempat untuk berbagi perasaan
    4. Peka pada perasaannya
    5. Hadapi dengan humor dan romantisme
    6. Sabar
    • “Raja” Cemas
    Namanya juga calon ayah, pasti banyak cemasnya. Kenali dan atasi!
    1. Cemas terhadap kesehatan Istri, faktanya kehamilan bukan penyakit. Sebaiknya Anda memastikan istri mendapat perawatan medis sebaik mungkin dan pola makan baik.
    2. Cemas masalah keuangan, faktanya manusia tidak pernah puas jadi percayalah Anda sanggup memenuhi kebutuhan bayi dan keluarga. Rencakan keuangan, buatlah skala prioritas serta berhemat. Bijaksana berbelanja barang-barang bayi tak perlu banyak dan bermerek. 
    3. Cemas terhadap kesehatan janin, faktanya ada dokter dan perawat yang siap membantu. Pastikan istri mendapat perawatan sebaik mungkin, konsisten kunjungan ke dokter.
    4. Cemas pada perubahan hidup, faktanya Anda memang tidak sebebas dulu tetapi bukan berarti hilang kebebasan. Dengan manajemen waktu dan pembagian tugas masih bisa kok.
    5. Cemas tidak bisa jadi ayah yang baik, faktanya tidak ada pria yang terlahir langsung berbakat menjadi ayah. Kompetensi menjadi orang tua yang baik terasah berkat proses learning by doing, trial and error, dan pembiasaan. Modalnya belajar, cinta, ketabahan dan kesabaran.
    6. Cemas perubahan relasi dengan istri, faktanya hubungan suami istri memang berubah setelah hadirnya anak, namun malah dapat menambah kualitas hubungan suami istri. Yang dapat Anda lakukan menerima kenyataan dan berdiskusi dengan istri. Setelah bayi lahir, momen-momen romantis perlu direncanakan. 
    • Ayah Menyusui
    Peluang sukses pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan lebih besar bila Anda berdua menjadi tim kompak! Bila istri merasa didukung, dicintai dan diperhatikan secara langsung akan memunculkan emosi positif yang mempengaruhi produksi hormone oksitosin yang dapat melancarkan produksi ASI. 
    1. Ikut mempelajari teknik dan manajemen laktasi sebelum bayi lahir
    2. Memastikan rumah sakit memiliki program Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
    3. Memastikan istri melakukan IMD
    4. Membantu istri merawat bayi agar ia punya waktu istirahat
    5. Menemani istri menjalankan pola makan yang sehat
    6. Menemaninya bangun malam untuk menyusui atau ganti pokok
    7. Membantu menyamankan istri saat menyusui
    8. Menyendawakan bayi setiap usai menyusu, gendong bayi menghadap bahu hingga perutnya menekan tubuh Anda, tepuk-tepuk punggungnya sampai bersendawa
    9. Membesarkan hati istri tatkala ia bosan dan lelah
    10. Hindari mengkritik tubuhhnya masih gemuk
    11. Temani ia ke klinik laktasi bila ada masalah
    12. Belajar cara penyimpanan dan memberikan ASI perah pada bayi
    13. Untungnya ASI untuk Ayah:
    14. ASI adalah sumber makanan terbaik
    15. ASI membangun daya tahan tubuh bayi
    16. Menyusui mengembalikan berat badan istri seperti sebelum hamil tanpa diet
    17. Menyusui mengurangi risiko kanker payudara dan osteoporosis pada istri
    18. Dapat menambah kedekatan hubungan antara Anda, istri dan bayi
    • Libido Turun
    Kehamilan sarat akan tekanan fisik dan emosi. Wajar jika saat ini hubungan seks Anda berdua juga diuji. Mengapa gairah Anda pergi? Melihat istri morning sickness, ditolak, cemas akan janin, melihat perut besar, trauma proses persalinan, tidak tega. 
    Nyalakan kembali gairah!
    1. Pahami hubungan seks yang baik dan awet harus selalu dipupuk
    2. Tidak ada patokan harus berapa sering, kualitas lebih penting
    3. Cinta lebih penting dari permainan cinta, bila salah satu tidak ingin gunakan cara lain untuk mempertahankan keintiman misalkan dengan membelai
    4. Kenali tanda-tanda hubungan menjadi tegang, biacarakan masalah secara terbuka
    5. Tetap ajak istri melakukan hubungan seks secara rutin minimal ditawari
    6. Penolakan istri terhadap seks bukan untuk Anda, tetapi akibat perubahan tubuhnya
    7. Lakukan hubungan seks atas keinginan bersama
    8. Komunikasi lebih intens saat berhubungan, nyamankah? Apa sakit? Apa lelah? Bila terjadi insiden seperti ASi merembes, kram, mual pahami itu semua di luar kontrolnya
    9. Ketahui penetrasi yang wajar yang tidak melukai janin (ada di bulan 2, 4 dan 7)
    10. Bila Anda punya masalah spesifik jangan malu untuk konsultasi dokter
    11. Trauma melihat vagina mengeluarkan bayi akan hilang
    12. Bila kehamilan membuat hubungan redup, percayalah masa paceklik hanya sementara
    Seks di masa nifas (40 hari setelah melahirkan) vagina mengeluarkan lokia yang terdiri dari darah sisa melahirkan, sisa selaput ketuban, dinding selaput Rahim, dan lemak badan bayi. Hubungan intim tidak dapat dilakukan lewat vagina maupun anus. Bersabarlah sementar waktu.
    • Tatkala Cinta Diuji
    Bekal untuk masuk ruang bersalin:
    1. Jangan memaksakan diri
    2. Tahu tugas Anda sebagai pendamping yang terlibat mulai kala 1 hingga kala 3 secara aktif
    3. Tahu apa yang istri mau. Anda harus siap mengambil alih keputusan jika istri Anda tidak bisa memutuskan sesuatu
    4. Siap menunggu. Umumnya persalinan berlangsung lama. Lakukan aktivitas, sembil menunggu istri Anda tapi jangan sampai mengganggunya. 
    5. Bekali diri sendiri dengan membawa bekal yang cukup
    6. Sebagai Suppporter utama, istri Anda akan merasa lebih nyaman apabila Anda bantu, seperti saat buang air kecil, makan dan minum, dan lain-lain. Anda harus berusaha selalu berada di sisinya dan tidak sering “menghilang”. Anda pun harus lebih peka, jika istri Anda kesakitan,
    7. Menyadari kapasitas bila ada kondisi darurat istri kesakitan sangat atau diminta untuk keluar karena hal darurat lainnya
    8. Beri penghargaan setelah bayi lahir dengan mencium istri dan temani dia hingga IMD
    • Tugas Sang Pendamping
    Kala 1: fase persiapan (masih di rumah)
    1. Bantu ibu menghitung waktu kontraksi dan buat catatan. Jika jarak antar kontraksi sudah 5 menit hubungi tim medis atau berangkat ke rumah sakit
    2. Nyamankan ibu, beri dia dukungan dan alihkan perhatiannya dengan nonton tv dll
    3. Tetap tenang dan jaga stamina Anda
    Kala 1: fase aktif (di rumah sakit)
    1. Jaga kamar istri tetap tenang dan bisa istirahat
    2. Ikuti perkembangan kontraksi, bombing istri bernafas dalam dan rileks
    3. Jika petugas memasang alat pemantau janin tanyakan cara membacana
    4. Terus beri kata-kata penyemangat, pujian untuk istri
    5. Pijak istri
    6. Ingatkan istri untuk buang air kecil 1 jam sekali
    7. Siapkan handuk basah untuk melap wajahnya yang berkeringat
    8. Tawari minum dengan sedotan
    9. Ajak ia mengubah posisi hingga mendapat posisi paling nyaman
    10. Jangan kecewa bila istri menolak semua usaha Anda
    11. Jika istri minta obat pereda sakit hubungi petugas
    12. Jika ada tanda hiperventilasi (pusing, kepala terasa ringan, pandangan kabur, kesemutan atau mati rasa di jari tangan dan kaki) minta istri mengembuskan nafas di kantong kertas lalu hirup lagi udara tersebut. Ulangi hingga membaik atau hubungi petugas medis
    Kala 1: fase transisi
    1. Beri intruksi khusus dan langsung jangan boros kata-kata.
    2. Jika istri tidak butuh Anda lagi jangan tersinggung, beri ruang dan jarak
    3. Beri dukungan dan pujiang
    4. Sentuh istri hanya ia menganggap sentuhan Anda menenangkan
    5. Ingatkan istri untuk menghadapi kontraksi satu per Satu
    6. Tetap tenang dan jaga emosi Anda, tunjukkan empati
    7. Jika istri merasakan dorongan kuat untuk mengejan dan ia belum diperiksa hubungi petugas mungkin sudah pembukaan lengkap (10)
    Kala 2: mengejan dan melahirkan
    1. Genggam tangan istri saat mengejan
    2. Tetap menghibur dan mendukung dengan sorot mata, ekspresi penuh keyakinan dan kata singkat seperti, “Kamu Bisa”, “Sedikit Lagi”, atau “Kamu Kuat”
    3. Jangan merasa kecil hati dengan kehadiran tim dokter yang lengkap
    4. Di sela-sela mengejan usapkan lap dingin ke dahi, leher, atau bahu istri
    5. Sampaikan kemajuan kelahiran bayi misalnya ketika kepala bayi muncul
    6. Jika anda diberi kesempatan menangkap kepala bayi atau memotong tali pusat jangan panik, keduanya mudah dan dokter akan membimbing Anda
    Kala 3: mengeluarkan plasenta
    1. Beri pujian kepada istri dan ucapan selamat kepada diri anda 
    2. Temani istri saat melakukan IMD, ambil beberapa foto
    3. Minta tolong petugas mengambilkan istri minuman
    4. Sesuai IMD peluk bayi sebentar dan doa atau adzankan bayi
    5. Temani istri sampai ia mengizinkan Anda pergi
    Di Indonesia tidak ada cuti khusus untuk ayah yang baru memiliki bayi. Karenanya ambilah hak cuti untuk urusan keluarga (kurang lebih 2 hari) ditambah jatah cuti tahunan, sehingga total Anda punya waktu satu minggu untuk mendampingi istri bersalin dan pasca bersalin. Semakin penting cuti Anda bila istri menjalani operasi Caesar yang butuh waktu lebih lama untuk pemulihan atau bayi harus di rumah sakit akibat gangguan kesehatan. Kehadiran Anda memberi kekuatan lahir dan batin.
    • “Teman” Si Kecil
    Bangun Bonding saat ia masih dalam kandungan:
    Berbicaralah dengan janin sejak ia masih dalam kandungan atau bacakan dongeng di perut bundanya, secara rutin usap kandungan istri sambil menyapa janin, hadir saat bayi dilahirkan jika mungkin memotong tali pusatnya
    1. Setelah ia lahir:
    Kontak fisik: semakin dini bayi mengenal aroma tubuh Anda semakin cepat ia merasa aman dan nyaman. Beri bayi ciuman, belaiian dan pelukan. Biarkan ia tidur di dekapan Anda, pelajari tiket pijat bayi untuk memperkuat.
    2. Komunikasi: tidak selalu berbentuk verbal dan du arah, meski bayi belum paham dan merespon tetaplah berkomunikasi dengan menjaga kedekatan dan kehadiran Anda. Caranya lakukan kontak mata, bercakap-cakap, memandikan, bermain bersama, menggendong, mengganti popok, bacakan pula dongeng, bernyanyi dan lainnya.

  • You might also like

    2 komentar: