MENGENAL KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN UMUM PADA ANAK - RSI Cahaya Giri
  • MENGENAL KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN UMUM PADA ANAK

    Artikel RSI Cahaya Giri 5 (Sumber: IDAI, 2013)

    Seringkali orang tua tidak menyadari ketika buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Perkembangan setiap anak memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda. Kisaran waktu pencapaian tiap tahap perkembangan umumnya cukup besar, misalnya seorang anak dikatakan normal jika ia dapat berjalan mulai usia 10 hingga 18 bulan, sehingga seringkali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia. Untuk itu, orang tua perlu mengenal tanda bahaya (red flag) perkembangan anak.

    Seorang anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan di hanya satu ranah perkembangan saja, atau dapat pula di lebih dari satu ranah perkembangan. Keterlambatan perkembangan umum atau global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan. Secara garis besar, ranah perkembangan anak terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian. Sekitar 5 hingga 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum.

    Istilah keterlambatan perkembangan umum dapat digunakan untuk anak berusia di bawah 5 tahun, sedangkan retardasi mental umumnya dipakai untuk anak yang lebih tua dimana tes IQ dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan dengan reliabilitas yang lebih baik. Anak dengan gangguan perkembangan umum tidak selalu mengalami retardasi mental di kemudian hari.

    Penyebab keterlambatan perkembangan umum antara lain gangguan genetik atau kromosom seperti sindrom Down; gangguan atau infeksi susunan saraf seperti palsi serebral atau CP, spina bifida, sindrom Rubella; riwayat bayi risiko tinggi seperti bayi prematur atau kurang bulan, bayi berat lahir rendah, bayi yang mengalami sakit berat pada awal kehidupan sehingga memerlukan perawatan intensif dan lainnya.

    Untuk mengetahui apakah seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan umum, perlu data / laporan atau keluhan orang tua dan pemeriksaan deteksi dini atau skrining perkembangan pada anak. Pemeriksaan skrining perkembangan penting dilakukan dan harus dilakukan dengan menggunakan alat skrining perkembangan yang benar. Dengan mengetahui secara dini, maka dapat dicari penyebab keterlambatannya dan segera dilakukan intervensi yang tepat.

    Secara umum, orang tua sebaiknya mengenal tanda bahaya (red flags) perkembangan anak yang sederhana seperti yang tercantum di bawah ini. Jika orang tua menemukan salah satu tanda bahaya di bawah ini, sebaiknya jangan menunda dan segeralah memeriksakan buah hatinya ke tenaga kesehatan terdekat.

    Tanda bahaya perkembangan motor kasar
    Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
    Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan
    Hiper / hipotonia atau gangguan tonus otot
    Hiper / hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh
    Adanya gerakan yang tidak terkontrol

    Tanda bahaya gangguan motor halus
    Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan
    Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun
    Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan
    Perhatian penglihatan yang inkonsisten

    Tanda bahaya bicara dan bahasa (ekspresif)
    Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan
    Ketidakmampuan membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan
    Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan

    Tanda bahaya bicara dan bahasa (reseptif)
    Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu member respons
    Kurangnya join attention atau kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan
    Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan

    Tanda bahaya gangguan sosio-emosional
    6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain
    9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
    12 bulan: tidak merespon panggilan namanya
    15 bulan: belum ada kata
    18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
    24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti
    Segala usia: tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi / interaksi

    Tanda bahaya gangguan kognitif
    2 bulan: kurangnya fixation
    4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
    6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara
    9 bulan: belum babbling seperti mama, baba
    24 bulan: belum ada kata berarti
    36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata

    Penulis : Bernie Endyarni Medise (Ikatan Dokter Anak Indonesia) 
    Telah dimuat di harian Kompas (9 - 6 - 2013)
  • You might also like